2012–The (ngawurngawur) Review. Awas SPOILER…!!!

Published November 13, 2009 by The Word Potion

Lumayan. Dapet kursi G-11. Maksudnya, lumayan ga enak.
Lumayan bikin bergidik. Bukan filmnya. Maksudnya, AC studionya, bikin bergidik kedinginan.

Mau diceritain..? Baiklah. Alkisaah…
Adalah Adrian, seorang staf penasihat USA President, yang berteman dengan Satnam, seorang penduduk India ahli astrofisika. Dari keduanyalah akhirnya terungkap bahwa ada yang tidak beres dengan dunia yang mereka tempati, dimana diceritakan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah 650.000 tahun matahari bersinar hingga beribu-ribu derajat celcius dan kerak bumi mengalami pergeseran yang sangat hebat. Singkat kata, pemerintah segera menghubungi para pemimpin dunia untuk mendiskusikan hal ini. Akhirnya diputuskan hanya para pemimpin dan manusia-manusia dengan genetik terbaiklah yang akan diselamatkan guna mencegah punahnya peradaban umat manusia. Ternyata, tanpa banyak yang tahu, pemerintah punya suatu rencana rahasia yakni dengan dibuatnya BAHTERA (what the hell is that, aniwei??) di laut Cina yang akan menyelamatkan manusia-manusia pilihan ini agar selamat (dari kiamat yang membinasakan) menuju dunia baru, kehidupan baru.
Endingnya? Menggunakan Bahtera, manusia-manusia pilihan itu diceritakan berhasil selamat dari ‘kiamat.’ SELESAI.

(note: yang mau ngoreksi/ngeralat ceritanya, diterima dengan senang hati ^^ Pun, kalau reviewnya kehilangan too many details, maapkaaaan… nntonnya sambil ditinggal FBan soalnya!πŸ˜€ )

***

Ingat Titanic? Ingat Pearl Harbor? Ingat Armageddon?
2012, tak ubahnya seperti ketiga film blockbuster ini.
Titanic, yang ceritanya sendiri sebenarnya adalah cerita tentang tragedi tenggelamnya kapal Titanic akibat tabrakan dengan gunung es, menyisipkan cerita cinta Rose-Jack didalamnya.
Pearl Harbor, film tentang perang dunia II, menyisipkan cerita cinta segi tiga Evelyn-Danny-Rave.
Armageddon, yang berlatarbelakang cerita meteor yang akan memusnahkan sebagian tempat di Bumi, juga menyisipkan cerita kehidupan AJ-Harry-Grace.
Tak beda jauh, 2012 juga begitu. Karena bukan film dokumenter, film ini JELAS butuh penambahan tokoh sentral fiktif, yang seperti ketiga film tadi, nantinya akan punya pengaruh besar terdahap jalannya cerita. Tokoh-tokoh sentral tersebut adalah sebuah keluarga kecil yang terdiri atas Jackson, Kate, Noah, Lily dengan tambahan tokoh-tokoh minor seperti Gordon, Tamara, dan Yuri.
Pertanyaannya, berapa kali tim Jackson selalu sukses menghindar dari bahaya?? Berkali-kali!! Mulai dari mengangkut Kate sekeluarga keluar dari California, perjalanan mencari peta melalui Charlie di Yellowstone, mendaratkan pesawat ke Cina, mendapatkan akses ke Bahtera… semuanya sukses. Ga ada tegang-tegangnya. How Riddiculus! Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan film bergenre sci-fi, adegan-adegan ini barangkali sudah cukup ‘memuaskan.’ Hell NO! Scene ‘balap liar’nya tidak lebih baik dari Speed nya Sandra Bullock-Keanu Reeves. Masalah teknologi, satelit dan penginderaannya, masih menang Die Hard 4.0 nya Bruce Willis. Dan ini, Efeknya, yang harusnya menjadi sesuatu yang vital bagi film sejenis ini, entahlah, yang jelas tidak berhasil menarik perhatian. Kalau cuma adegan ngancurin kota gitu sih, toh sejak kecil kita sudah biasa menyaksikan Ultraman dan Si Monster memporak-porandakkan kotaπŸ˜€
Jauh lebih WOW liat efek film2 superheroes bangsanya Spiderman, Fantastic Four, Jumper, Push, The Dark Knight.
Ceritanya sendiri, kasarnya bisa dibilang “Nonton setengah tidur pun, masih bisa ngikutin.” *LOL*

Ingat adegan Jackson berada di hidrolik? I thought i would see pengulangan Armageddon. U know, mengorbankan 1 sukarelawan untuk menyelamatkan semuanya. Ternyata tidak. Jackson–not glad to say–berhasil selamat!

***

See? Film ini ‘besar’ hanya karena gaungnya. Saya pribadi berharap film ini lebih banyak memberikan penjelasan ilmiah atas semua pembinasaan luar biasa pada bumi itu, alih-alih main efek sana sini yang tentu saja berakibat pada durasinya yang luar biasa panjang bikin ngantuk! Maybe lebih banyak mengaitkan pada asal mula semua ini berawal: Kalender suku Maya.

Para pemerannya sendiri, John Cusack (America’s Sweethearts, Identity).. aktingnya umm.eem.umm.nyam.nyam! Kalo Amanda Peet… tetep lebih suka nonton dia main film real drama seperti aktingnya di A Lot Like Love. Peran emak-emak seperti karakter Kate harusnya dilempar aja ke… Kim Basinger? Michelle Monaghan?

Kita semua pasti taulah, bahwa seorang Michael Bay, terkenal sebagai pencetak film yang selalu berhasil menyedot animo penonton. Tapi sayangnya, selalu berbanding terbalik dengan pujian-pujian yang diterimanya dari para kritikus film.
Let’s see, apakah hal juga akan berlaku pada Roland Emmerich, 2012’s director.

To end up, setelah nontor premierenya, muncul pertanyaan-pertanyaan baru dalam benak saya,
“Begitukah gambaran ‘the end of the world yang sebenarnya’?”
“Jika benar-benar terjadi di Bumi, juga pada pemerintah USA kah kita menggantungkan semuanya?”
“kapan Himalaya benar-nebar tidak lagi menjadi atap dunia?”

Ntahlah. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: