From The Proposal to Darren Shan

Published November 13, 2009 by The Word Potion

02:27, Lidah Wetan IX, under the rooftops, lt.2.
Torabika, nyamuk2 nakal, semilir angin, In A Rush – BSB, tanpa sedikitpun suara manusia. Aahh asoooy!

Merasa punya utang bikin catatan tentang The Proposal.
Here’s go.

Bahas jalan ceritanya? Basi ah! Paling2, in short, yang worth it buat diunderline dari film ini adalah…
(well, 12 hal. No? Oh baiklah,dipangkas jd 2 hal saja) ;
1. Adegan cetingan massalnya & the dirty dancer. Entertaining enough. Berdasarkan hasil pengamatan, adalah adegan yang paling sukses bikin orang2 ngakak.
2. Starbucks. Knp dengan Starbucks? Lucu aja ngebandingin Starbucks sini sama Starbucks luar (ya animo masyarakatnya, ya ke-cozy-annya).

Lupakan tentang alurnya, lupakan tentang detailnya.

Selebihnya, ada 1 hal—stereotip tak bertanggung jawab (kalo boleh mengistilahkannya begitu)— yang menarik dari film ini, at least I think so. Bukan, bukan tentang storyline nya. Semua taulah this film in 3 words are the editor, the assisstant, and the deportation. Selesai.

Tapi stereotip (tak bertanggung jawab) yang saya maksud tadi adalah stereotip “editor dan penulis = bukan pekerjaan SAFE.”
Baca Perahu Kertas (Dewi Lestari). Tonton Reality Bites (Winona Ryder).
And we’ll find that ketiganya memiliki benang merah yang sama. Yap, that stereotype.

Begini.
I’m just… wondering, kita menjadi sangat selektif memilih perguruan tinggi, memilih jurusan, tidak lain agar ujung2nya bisa dapat pekerjaan yang (menurut pandangan orang2) safe, bukan? Is that it? Kalau sudah begini, inilah TITIK. Tak bisa lagi diKOMA.

I just… envy them. Mereka yang dikaruniai Tuhan bakat editing yang hebat. Mereka yang dikaruniai Tuhan bakat menulis “dari hati.” Mereka yang kemudian berani memutuskan buat menjadikan bakat editing & writing tadi, as their main jobs they love much.

Karena the truth is, jarang ada orang waras yang kalau ditanya
“Cita-cita kamu apa?”
bakal menjawab mantap,
“Jadi editor!”

***

Sekalian disambung2in (padahal ga nyambung blas).

Dari Togamas kemarin dapet:
1. Conan #55. COBA YAHH, HARGA KOMIK 5 RB AJA *ngarep*
2. Go Ask Alice. Need some notes? Baiklah. Berdasarkan kisah nyata. Pengarangnya Anonim (Ulangi: ANONIM). Bukunya sendiri buku keluaran lama. Tau buku ini pertama kali dari newsletter Gramedia. Dulu sempat niat pengen beli tapi akhirnya (entah kenapa) terlupakan. Dan yah, kemarin liat Go Ask Alice di rak tumpukan buku2 terbitan Gramedia yang didiskon 25%. Yes! I luv diskonan sangat ^^v

3. The Boy Next Door nya Meggin Cabot. Lagi pengen baca yang ringan2, yang manis2, chicklit punya. Heheheh๐Ÿ˜€ Sempet bingung beli buku ini apa bukunya Jane Green (btw Jane Green itu yang nulis Jemima, kan ya??). Akhirnya pilihannya jatuh ke bukunya Meggin Cabot. Tau kenapa? Karna covernya lebih WOW. Riddiculus, eh? *LOL*
Eh tapi boong dink!! Yang ini ga jadi beli. Masih mikir uang!

Dari Gramedia dapet:
DARREN SHAN #02: The Vampire’s Assistant. Horeeeh … Horeeeh…! Ihiiiy… senengnyooo! FYI, sekarang nyari Darren Shan seri awal (1-4) di toko buku sudah sangat2 sulit.
Berniat ngelengkapin ke12 serinya.
I got #1, #2, #9, #10, #11, #12.
Masih harus ngumpulin setengahnya lagi, #3, #4, #5, #6, #7, #8.

darren shan

OKE. LUPAKAN. Tak pentinglah segala ocehan tentang buku-bukuan ini๐Ÿ˜€
Ini yang penting.
Kali ini, karna masih dalam 1 line, my thankyous goes to Maria Ulfah dan Husnol Khotimah.
Buat Mariyot, tengs ud ngenalin aku sama Princess Diaries, sm Meggin Cabot.
Buat Ti.me, tengs ud ngenalin Darren Shan.
Can’t imagine, apa jadinya masa SMA ku tanpa kalian.
Kangen deh masa-masa masih di asrama dulu.
You all, really made my way. TENGKIYUH.

(Note: this post is also posted @ http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&id=100000050275158)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: