Oh Iya, Ini Malam Minggu. So What?

Published Januari 22, 2011 by The Word Potion

Apalah arti sebuah malam Minggu. Buat saya, malam Minggu tak ubahnya seperti malam2 lainnya. Nothing special. Derita seorang #fakirasmara? Haha bisa jadi begitu๐Ÿ˜€

Tapi malam Minggu ini berbeda. Malam ini saya belajar sesuatu. Tentang parenting model.

Berawal dari sebuah tweet Dewi Lestari di Twitter, di situ Dee me-link situs sebuah jurnal online. Karena kelihatan menarik (merasa penasaran juga), maka saya pun berkunjung ke situs tersebut.

Well, ternyata yang saya dapati di sana adalah sebuah jurnal bahasa Inggris populer (Yes, it’s Wall Street Journal!๐Ÿ™‚ ). Adalah Amy Chua, seorang profesor di Yale Law School, yang bisa membuat dunia terperangah karena essay-nya yang berjudul โ€œWhy Chinese Mothers are Superiorโ€. Di situ dia mengemukakan perbedaan yang sangat-sangat kontras antara Western parenting model dan Chinese parenting model berdasarkan perspektifnya sendiri yang tak lain adalah ‘penganut’ Chinese parenting yang terkenal keras. Apa yang menarik dari essay ini tak lain karena isinya yang kontroversial, menggugah, tapi sekaligus membuat kita berpikir dan memberi kita (sedikit) pandangan tentang bagaimana nanti kita harus mendidik anak. Serius, ini menarik. Baca deh, disini๐Ÿ™‚ —> http://online.wsj.com/article/SB10001424052748704111504576059713528698754.html

Bahasannya cukup panjang memang, sekitar 10 halaman kalau dicopy-paste ke Ms Word. Panjang, tapi isinya padat. Sampai bingung bagaimana menyimpulkannya. Hehe. Tapi untunglah saya tertolong oleh sebuah feedback polling jurnal ini.

Pollingnya seperti ini,

“Which style of parenting is best for children? Permission Western Parenting, or Demanding Eastern Parenting?”

Nah, saya rasa pertanyaan di polling ini bisa mewakili keseluruhan isi essay. Dan sekaligus meninggalkan pertanyaan untuk saya jawab sendiri, apakah saya setuju dengan cara orang Barat, ataukah orang Timur yang (dalam essay ini) diwakili oleh orang Cina (lewat perspektif Mrs.Chua).

Maka ini yang ada di benak saya saat ini.

Kekerasan, apapun itu bentuknya, is a thing that won’t get my respect. Harusnya memang penting menjaga self-esteem seorang anak. Sekeras-kerasnya saya, nanti kalau punya anak, rasa2nya saya tidak akan sampai hati untuk mengatai anak saya “garbage”, “coward”, “useless”, you name it. Tidak peduli kesalahan sebesar apa yg dibuat anak saya nanti (ciee… anak! :D)ย  Even I can’t think of it.

Namun Mrs. Chua juga tidak sepenuhnya salah, bukan? Juga penting mendisiplinkan anak. Tidak peduli bagaimana cara masing-masing orang tua, toh semuanya pasti berujung demi kebaikan si anak. Tapi yaa… kalau di Indonesia sini ada ibu yang seperti Amy Chua, pasti yang jadi anaknya gak betah trus kabur dari rumah *LOL!!*

Tapi satu hal. Ini yang jadi keinginan saya sedari dulu. Kelak, kalau saya sudah jadi orang tua, saya akan memaksa anak saya menyukai buku. Tidak boleh tidak.

Khusus mengenai ini, saya jadi tertarik pada sepenggal ucapannya Amy Chua,

“Well don’t worry, you don’t have to lift a finger. I’m willing to put in as long as it takes, and I’m happy to be the one hated. And you can be the one they adore because you make them pancakes and take them to Yankees games.”

In this case, I think therefore I am, Ma’am! Sepertinya saya juga harus mulai belajar menjadi orang yang dibenci anak saya kelak. Xixixi

dan ini jawaban Sophia (18), putri sulung Amy Chua, atas respon negatif banyak orang mengenai essay kontroversial tentang cara mendidik ibunya yang dianggap terlalu keras (abusive). Sangat mengharukan.
Bisa dibaca di sini๐Ÿ™‚ —> http://m.nypost.com/p/entertainment/why_love_my_strict_chinese_mom_uUvfmLcA5eteY0u2KXt7hM

 

***

 

Nah. I think I’ve just got an idea what to discuss for our “different culture”ย  topic at my English Conversation class๐Ÿ™‚

Oh iya. Ini kan malam Minggu.

Aaaah, masabodo..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: