Toko Buku dan Proyek (Impian) Masa Depan

Published Maret 15, 2011 by The Word Potion

Saya tidak ingat kapan persisnya.

Yang jelas hari itu saya lagi niat-gak niat nonton TV.

Saluran TV pun saya gonta-ganti acak.

Tidak sengaja saya sampai pada saluran yang lagi nyiarin acara jalan-jalan ke luar negeri.

Jadi ceritanya si reporternya keluar masuk toko belanja-belanja petantang-petenteng berbagai barang.

Ada satu toko yang menarik perhatian saya.

Nama tokonya ‘The Border’ kalau tidak salah.

What makes me interested?

Karena ‘The Border’ ini, adalah gabungan toko musik dan film.

Seperti Disc Tarra atau M-Music? Bukan.

‘The Border’ isinya lebih lengkap. Semua tentang musik dan film ada di ‘The Border’, termasuk menjual alat-alat musik juga loh.

Tempatnya pun enak. Bersih. Teratur.

Yang ada di pikiran saya waktu itu,

“Pengen deh punya toko model begini. Eh tapi musik dan film? Rasanya masih ada yang kurang? Apa ya?

Iya, BUKU!”

Lantas saya mulai bermimpi…

Mengimpikan kelak bisa punya toko sendiri, gabungan semua hal tentang buku, musik, dan film jadi satu. Dengan sebuah tempat minum sederhana di dalamnya. Buat sekedar ngopi dan ngeteh. Bukan yang sejenis Starbucks atau Coffee Bean. Cukup kopi dan teh murahan, yang penting bisa dinikmati orang sembari membaca buku.

Nanti menunya pun akan saya buat tematik, entah itu pakai embel-embel penulis, musikus, dan aktor/aktris terkenal. hehe

Plus, sekali-kali saya akan mendatangkan band-band lokal yang bagus biar pengunjung bisa menikmati lagu-lagu mereka yang unik, jenius, dan beda. Jelas bukan yang macam Kangen Band ya. Tapi yang seperti Maliq N d’ Essential, Mocca, Music for Sale, atau Drew.

***

Sebentar. Saya share dulu sepenggal pengalaman tidak menyenangkan saya.

Waktu itu di salah satu toko buku terkemuka, saya bolak-balik halaman buku terbaru Dewi Lestari, ‘Rectoverso’.

Makin penasaran, saya bawa buku itu duduk di sofa, meneruskan membaca bersama sekempulan orang di situ.

Dan inilah petaka itu. Niat saya sebenarnya hanya ingin mencatat kesepuluh judul bab ‘Rectoverso’, biar bisa browsing lebih jauh di internet nantinya. Waktu lagi asik nyatet itulah, salah satu satpam toko buku itu tanpa tedeng aling-aling langsung negur aja gitu, “Mbak, gak boleh nyatet-nyatet isi buku ya!”

O-mi-goat. Malu banget-banget. Mana saya ditegurnya di depan banyak orang. Gak dipelanin lagi suaranya. Satpam kampret!

Kasus lain pas lagi ke toko buku, seringnya sih ditegur gara-gara baca/nyari-nyari buku di rak sambil duduk ‘ndelosor’ di lantai. HAHA. Kalo ini emang ngaku salah ya. Tapi gimana dong, tetep susah kan kalo nyari-nyari buku di rak bawah? Sakit juga lah kalo kelamaan jongkok.

Kasus lain lagi, lumayan sering dapat teguran macam “Mbak, bentar lagi tokonya tutup ya..”. Terus lagi, pernah hampir kehilangan HP, panik sendiri, bikin heboh pengunjung lain, ujung-ujungnya dapat ceramah dari manajer toko bukunya, “Ini ya Mbak HPnya. Lain kali hati-hati.” Wkwkwkwk. EH INI BENERAN.

***

Belajar dari pengalaman ini, nanti di toko saya pengunjung bebas membaca buku, boleh sambil duduk di lantai, berdiri, jongkok, nyandar, apapun. Pengunjung juga boleh mencatat/menyalin/mengambil foto sebagian isi buku. Atau orangnya yang mau berpose? Juga boleh dong..πŸ™‚

Apa ya? Karena saya tetap percaya satu hal, “from a great service, come a great satisfaction.”

Jadi inilah nama toko saya, “Break the Limit–BdL”.

Dengan harapan saya bisa menyelaraskan limit antara buku, musik, dan film.

Membuat pengunjung-pengunjung toko saya tidak merasa dibatasi oleh aturan-aturan (kelewat) kaku.

Menciptakan suatu alternatif one-stop entertaining baru, bukan hanya semata-mata untuk mencari profit, tapi juga tidak meremehkan benefit. Benefit buat banyak orang pastinya. He he he

Terakhir, biar note ini punya INTI, saya mau mengutip kata bijaknya Bambang Pamungkas, idola saya.

“Jangan pernah berhenti bermimpi karena mungkin suatu saat nanti mimpi kalian akan menjadi kenyataan.”

SIAP, OOM!!

BREAK THE LIMIT, EVERYONE!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: