Film Harry Potter Paling Menarik? Any Idea?

Published Agustus 5, 2011 by The Word Potion

Baru ikutan meramaikan discussion boardnya Cinemags yg topiknya Film Harry Potter yang paling menarik? Dan ini hasil kicauan saya yang meracauπŸ˜€ (link di sini)

Sebelum David Yates mengambil alih penyutradaraan, well, favorit saya HP 4. Suka sekali penggambaran Turnamen Triwizard versi film. Suka scene Yule Ball-nya, terpukau dengan make over-nya Hermione (pan ceritanya itu kali pertama Hermione dressed like a woman :P). Dunno why, but I just can recall many details of HP6 movie better than the other series of HP movie. Cuman agak keganggu sama castnya Fleur & Cedric.

Tapi HP 6 juga sukses bikin saya jatuh hati. Two thumbs up buat improvisasi David Yates di seri ini. Burung2 kecil sihirannya Hermione dgn didukung musik latar yang fantastis bnr2 bikin hanyut (Ah! I know what u feel, Hermy…). Cuman bagian dilema Draco aja yang err… berkesan ‘too much’. Bagian lucunya juga dapet banget. Jadi terbayang2 scene Lavender dan “Won-won”nya (konyol paraaah! XD).

Tapi karena milihnya cuma boleh 1 (pasti), antara HP 4 dan HP 6 saya lebih milih HP 6. Package-nya lebih lengkap. Nonton filmnya seperti naik roller coaster, mengaduk2 perasaan. Music scoringnya juara. The novel is kinda boring (since too many Horcrux trips) but thanks God it’s David Yates who brought magic to the film!πŸ™‚

Err. Begini Sodarah2. Pasti ntar banyak yang protes dengan kicauan saya ini. You ask why? Karna agaknya ini sangat kental sisi subjektifitasnya. Eksplanasi yang saya jabarkan (inti poin-nya) masalah perasaaaaaan mulu. Iya yes? Iya sih, ada benernya. Memang inilah kenapa saya jatuh hati pada David Yates (tapi tidak untuk karyanya di HP 5. HELL NO!).

1. Dibanding sutradara2 lain, karya David Yates lah yang paling mendekati cerita novelnya. Tapi yang begini tidak selalu bagus. Film adaptasi yang baik itu (katanya) malah yang justru beda dari cerita versi novel selama tidak ada penyimpangan yang kelewat besar. Kalau saya bilang David Yates itu lihai dalam berimprovisasi. Memberikan detail-detail tambahan yang ‘manis’ sehingga film Harry Potter garapannya jadi terlihat lebih berwarna (well, sekali lagi, pengecualian HP 5!).

2. Banyak juga yang bilang David Yates itu lebih menonjolkan perasaan, minim action. Untuk yang satu ini, mari kita tunggu HP 7.2. Mari menunggu scene ‘pertempuran Hogwarts’ (yang pasti banyak actionnya kan :P). Mari menunggu akan seperti apa penggambaran bagian ini di tangan dingin seorang David Yates. We’ll see!

***

Jadi intinya satu, I FALL INTO YOU, DAVID YATES!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: