Reading The Cuckoo’s Calling by Robert Galbraith

Published Januari 9, 2014 by The Word Potion

Setelah 6 hari akhirnya kelar juga (y)! (Iya, reading speed saya makin lama makin mengkhawatirkan).
Ini review “singkat”nya–semoga bebas spoiler ya :pv

Well, setelah cukup sukses banting setir ke novel bergenre politik, JKR sekali lagi membuktikan kepiawaiannya menulis dalam genre yang lain: suspense & criminal. Rasa pesimis di awal “Duh, kenapa harus kriminal sih?” dengan mudah berganti menjadi “Nagih bangeeet!”. Membaca buku ini seperti diajak mengenal setiap jengkal kota London yang dideskripsikan dengan indah.
Belum lagi tokoh-tokohnya. Ah, saya ingat kenapa saya jatuh cinta pada tulisan-tulisan JKR; caranya menciptakan setiap karakter begitu hidup dan ‘gampang nempel’. Saya bersyukur tokoh utama di TCC adalah Cormoran Strike yang seorang detektif partikelir mantan personel di Unit Investigasi Khusus, besar, berantakan, dengan separuh tungkai hilang yang kerap merepotkan serta kondisi finansial yang membuat iba–alih-alih seorang detektif yang sudah punya nama, kaya, dengan tampang yang digilai para perempuan. Lalu ada Robin Ellacott, seorang sekretaris yang adorable, luar biasa efisien, cerdik dan baik hati. Kombinasi yang pas! Betapa melegakannya tiap kali membaca Cormoran setelah melewatkan berjam-jam investigasi pulang ke kantornya yang kecil, lusuh (sofa berderik, pintu kaca, meja Robin, ranjang lipat, semuanya memorable!) namun ada Robin di balik komputernya, selalu bisa diandalkan.

Tentu bagian paling seru adalah menebak-nebak siapa sebenarnya pembunuh Lula Landry. Berbekal jadi pembaca setia Detektif Conan, saya dari awal berusaha menyimak, mengingat, dan mengaitkan setiap kepingan informasi dari beberapa orang yang diinvestigasi Cormoran. Sayangnya tebakan saya salah total. Khas JKR lah ya, selalu berhasil mengelabuhi pembaca (baca: saya). x’D

Kalau ada hal kecil yang patut dikeluhkan dari TCC, itu adalah terlalu banyaknya nama. I know, cerita detektif minim tokoh tidak akan menarik. Tapi dengan kemampuan mengingat yang menyedihkan, tak pelak ini membuat saya cukup sering membuka ulang halaman sebelum-sebelumnya sekedar menginat nama atau rincian keterangan.

Overall, buku ini berhasil menggugah minat saya akan novel kriminal. Penyelesaian kasusnya sungguh rapi dan memuaskan. Saya akhirnya bisa tanpa ragu menyukai sosok Lula Landry dan terlebih adiknya yang misterius, Jonah Agyeman.
Mengenai judul “The Cuckoo’s Calling”, kenapa harus Guy Some sih yang memanggil Lula dengan Cuckoo? Kenapa dia, kenapa? *gak terima

Mencermati pertanda di akhir kisah, pertanyaannya, JKR bakal menduetkan lagi Cormoran & Robin, nggak ya? Tentunya dalam kasus lain, buku lain. Masa bodo sama Matthew dan Charlotte!

Kredit khusus buat Siska Yuanita, penerjemah TCC. Sekarang tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan setelah kepergian Listiana Srisanti. We have her!πŸ™‚

Reading The Cuckoo’s Calling by Robert Galbraith

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: