Published Januari 26, 2014 by The Word Potion

Ngomong-ngomong Ve Handojo saya jadi ingat ini. Baru kelar baca The Journeys 3 tiga hari lalu.
Seperti The Journeys 1 dan The Journeys 2, The Journeys 3 masih mengusung konsep kisah traveling oleh penulis keroyokan. Kali ini 13 penulis. Nah, Slow Traveling in Sydney-nya Ve Handojo yang saya rasa paling menarik. Biasanya saya jatuh cinta pada apapun yang ditulis Windy Ariestanty. But not this time, Mbak W. Sorry to say, Menerjemahkan Bahagia kesannya agak.. basi.😦 Tapi no matter what, I adore you, still.

Oh, kalau tadi saya bilang tulisan Ve Handojo paling menarik, maka best of the bestnya adalah Berhenti Sejenak-nya Hanny Kusumawati. Penyajiannya paling unik dan paling mudah ‘melemparkan diri’ masuk ikut berpetualang ke dalam kisahnya. Tapi bisa jadi ini karena alasan lain.
Lorong-lorong itu.. pintu kayu.. bukit.. kucing jinak di mana-mana, kotanya yang fotogenik, orang-orangnya yang ramah. Beberapa kali penah nonton/baca jadi setting film/buku, untuk kesekian kalinya saya ‘dipertemukan’ lagi dengan Santorini. Walau kali ini lebih banyak bersetting di kota Fira. Tapi setidaknya Oia disinggung sedikit di sini. Iya, Oia. I’ll go there someday. (^q^) A place I really want to visit before I die (selain Mekkah-Madinah pastinya :’p).

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: