Published April 3, 2014 by The Word Potion

Okay, just finished reading Ruby Red by Kerstin Gier. Seru banget-banget. Bisa jadi mainan baru nih pasca-Harry Potter. Highly recommended bagi pecinta fiksi dan petualangan.

[Maaf sebelumnya ini bakal jadi panjaaang, just skip, scroll up. Maap yak. xD Maaf juga if I spoil you tanpa sengaja.
Yang penasaran sama ceritanya (siapa juga?) silakan googling yes, saya males nulis :)]

Well, I just rated Ruby Red 4 stars on Goodreads. Sebenarnya rela-rela aja ngasih 5, kalo gak ingat 2 hal ini:
1) Saya memulai buku ini dengan berbekal beberapa review yang hampir semua mengeluhkan typonya–yang ternyata memang sangat mengganggu. Bukan sekali-dua kali saya menjumpai absennya spasi dan kata. Saya bukan ahli bahasa, tapi rasanya tidak perlu jadi ahli buat melihat kejanggalan penggunaan kata seperti ‘menghindarinya’ dari yang harusnya ‘menghindarkannya’. Sangat disayangkan hal ‘mendasar’ seperti ini bisa ada di buku terbitan penerbit besar seperti Elex.

2. Bangsawan von Saint Germain (dan kemampuan telekinetisnya), para penjaga, Lingkaran Dalam.. kenapa jadi ingat keluarga Volturinya Twilight ya?! Kearoganan si Bangsawan take control of everything bikin ingat Aro. -_-
Lagi, bakat terpendamnya Gwendolyn (sihir gagak?) yang belum diketahui bikin si Bangsawan frustasi, err.. ingat Bella kan ini. Untunglah Gwendolyn Shepherd tidak semenyedihkan Bella Swan dan Gideon de Villiers tidak se-sok cool Edward Cullen (love, love, his sense of humour!).
I know it’s not Kerstin Gier’s fault, tapi intinya saya tetep sebel (sama Twilight ya, bukan Ruby Red =pv )

Di luar 2 hal ini, semuanya oke; Storyline, karakter, dialog dan PoV. Celotehannya Gwenny & Leslie (Leslie oh Leslie, she’s so damn adorable! Super menyenangkan kalo punya sahabat seperti dia pasti), percakapan pasang-surut (?) Gwenny & Gideon sewaktu berelapsi, dan yang paling bikin ngikik momen tiap Gwenny berbicara dengan Robert, putra kecilnya Dr. White yang sudah jadi hantu.

Saya akhiri halaman terakhir buku ini dengan 1000 pertanyaan *lebaaay
Jadi siapa ini musuh sebenarnya? Si Bangsawan? Gak mungkin Lucy dan Paul kan sekalipun mereka yang mencuri kronograf? Lingkaran Dalam sepertinya mencurigakan. Falk, Guru Besar pamannya Gideon juga. Apa jangan-jangan Mr. Whitman? Dia Penjaga bukan? (Sudahlah saya kapok menebak-nebak. Yang sudah-sudah tebakan saya selalu melenceng jauh).
Apa maksud penglihatan nenek Maddy tentang safir, sihir gagak, pohon besar dan menara lonceng? Apa pula itu Si Penunggang Hijau? Kenapa Lucy dan Paul bersikeras agar lingkaran tidak menutup dan mencegah rahasia terkuak sampai rela berkorban sebesar itu? Tapi tebakan saya *mulai deh nebak lagi* anugerah Gwenny yang bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu itu salah satu yang dimaksud bakat terpendam sihir gagak apalah itu.

Penasaran dan ketagihan baca lanjutannya. Sayangnya saya keliru beli Emerald Green. Yang buku 2 kan Sapphire Blue. D’oh! -_______-

Ngomong-ngomong ini pertama kali saya baca buku yang hurufnya dicetak bukan dengan tinta hitam. :))
Filmnya saya belum nonton. Untunglah katanya sudah di-dub ke English.

INI STUDIO BESAR HOLLYWOOD SERIUSAN GAK ADA YANG TERTARIK MENGAMBIL ALIH TRILOGI INI?

Petualangan dan chemistry Gwendolyn-Gideon gak kalah kok sama Katniss-Peeta.

Dan ntah kenapa saya kepikiran Taylor Swift yang cocok jadi Charlotte, dan Amanda Seyfried jadi Lucy. Wkwk

HOLLYWOOD, PLEASE? – with Dewi

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: